Menyapih Anak ASI

Bunda, Mama, Ibu, Mom, dan sebagainya..bingung deh ich (loh baru dateng langsung bilang bingung…maaf ya semuanya). Begini loh Jeng-jeng semua, anakku yang kedua (Mayra) sudah 2 tahun loh sejak 1 Mei 2012 ini. Nah, di usia 2 tahun harusnya udah ancang-ancang mo disapih..tapi bingung gimana caranya, soalnya waktu anak pertama (kayla) berhenti sendiri karena punya dede bayi..hehe.

Tanya-tanya mbah Google, cari inspirasi dari para ibu koq jadinya malah tambah bingung (nah loh, awas jadi pusing wkwkwk). Secara umum, cara menyapi ibu-ibu dibagi menjadi 2…pertama apa yang disebut dengan menyapih dengan cinta dan yang kedua tentu saja kebalikannya menyapih dengan paksa (tapi bukan berarti ibu-ibu ini gak cinta loh sama buah hatinya).

Menurut yang saya baca, cara pertama dilakukan dengan cara ‘menunggu’ kesiapan’ anak untuk disapih. Anak diberi penjelasan dari awal, jika sudah menginjak dua tahun sudah tidak boleh nenen lagi, pokoknya menitikberatkan kepada ‘kesiapan dan keinginan anak dari dalam hati untuk berhenti menyusu’. Tidak setiap ibu ‘bisa’ or ‘mau’ menunggu kesiapan anak, kadang-kadang ada beberapa faktor yang membuat para ibu harus segera menyapih anaknya, misalnya karena tak tahan digigit setiap kali menyusui atau karena akan memiliki ade lagi, dan masih banyak faktor lainnya. Akhirnya ibu mencari cara bagaimana menyapih anak dengan cepat, disebutlah ‘menyapih dengan paksa’. Umumnya ibu menyapih dengan cara sedikit ‘berbohong’ dengan mengoleskan sesuatu ke putingnya sehingga ketika anak menyusu akan terasa tidak enak…dan taraaaaaaa si anak tidak mau menyusu lagi. Sebenarnya cara menyapih seperti ini juga membutuhkan waktu, anak akan sedikit rewel sekitar 3 hari sampai seminggu, jadi harus dibantu oleh ayah juga agar ibu tidak kewalahan menghadapi anaknya.

Sepertinya aku akan menunggu sebulan lagi untuk menyapih…sepertinya masih belum rela kehilangan moment ‘bermesraan’ dengan si kecil. Semoga sukses proses menyapih anak yang kedua ini…doakan ya semuanya…..

 

4 thoughts on “Menyapih Anak ASI

  • May 21, 2012 at 3:40 pm
    Permalink

    nanti aaacchhhh…istirahat dulu, masih pada kecil…sok atuh Mas aja dulu tuh tambah personel

  • May 21, 2012 at 3:40 pm
    Permalink

    hahaha, laki-laki atau perempuan gak apa-apa. kan kalo perempuan lagi, bisa ajakin anak tetangga buat main tembak2an

  • May 16, 2012 at 11:57 am
    Permalink

    kalau ada ade bayi yg laki-laki ya….. Kasian ayahnya di rumah sendirian ngga ada teman main mobil-mobilan atau tembak-tembakan :-)

  • May 16, 2012 at 11:55 am
    Permalink

    Mayra punya adik bayi lagi aja :-) pasti nenennya berenti.

Leave a Reply