Sahabat

Sahabat, kata yang sangat mudah diucapkan, sulit untuk mendapatkannya. Selama perjalanan hidupku (hadeuhhh sejauh apa ya berjalannya)…aku gak punya begitu banyak sahabat, hanya beberapa orang saja yang cukup kena di hati untuk dijadikan sahabat.

Dimulai dari masa-masa sekolah dasar, aku hanya punya sahabat sekitar 7 orang (awalnya)..namun seiring berjalannya waktu, sahabatku bersisa 3 saja (sampai tamat sekolah dasar)…yang bertahan sampai sekarang hanya satu orang (Midha, thanx for being my bestfriend).

Berganti jenjang ke masa-masa SMP (mulai jadi ABG nih), aku punya sahabat sebanyak 2 orang…tak ada yang bertahan sampai sekarang, aku kehilangan kontak dengan mereka, hancur lebur lah persahabatan kami (lebayyy).

Di masa SMU, lumayan lah dapat 2 sahabat lagi…sama juga gak ada kontak lagi setelah menyelesaikan studi di SMU, hanya kadang-kadang saja dengan seseorang yang berada jauh di Bojong Gede sana (bohong deng, Bojong Gede mah deket, kalo ke rumah mertua juga kelewat..hehehe), mungkin karena sudah punya anak yang kebetulan masih kecil jadi sangat sulit untuk bisa bertemu (Hai Ratna, apa kabarnya keluargamu??).

Nah, tibalah saat studi di perguruan tinggi, seiring berjalannya waktu, akhirnya dipertemukanlah kami dalam satu kelompok, kami menamakannya K5 alias 5 Kere soale kami sama-sama harus berhemat-hemat ria kalo soal masalah keuangan jadilah kami makan seadanya dan jarang banget jajan. Selesai studi di perguruan tinggi kami masih keep in touch walaupun sudah sibuk dengan ranah pribadi dan lingkungan di sekeliling masing-masing. Herpien yang kerja di Jakarta, otomatis sedikit agak jauh tapi tetep kadang-kadang kami menghabiskan akhir pekan bersama, entah aku yang ke Jakarta atau dia yang ke Bogor, sekarang Herpien sudah berkeluarga dan memiliki putri kecil bernama Neysa. Abriel (sebenarnya nama aslinya Adriana), melanjutkan studinya ke suatu perguruan tinggi di Yogyakarta dan kemudian ke perguruan tinggi di depok (hai abriel…gimana sekarang studinya….asyik-asyik aja kan ya). Ana (rumahnya sih di Lolongok Bogor..deket..tapi jarang ketemu) kerja di jakarta, sibuk banget sampe gak punya waktu buat ketemuan, tapi Alhamdulillah saat pernikahannya aku bisa menghadirinya (Ana…gimana kabar suami..btw udah ‘isi’ belum??). Sahabat aku yang terkahir Yani kerja di gedung yang sama dengan aku, sampai sekarang, tapi jarang komunikasi euy.

Di tempat kerja sih sekarang aku punya banyak teman, ada yang muda, ada yang tua, ada yang ganteng, ada yang cantik……poko’e lengkap wis.

hmmm…..para sahabatku, mudah-mudahan kita semua panjang umur dan bisa dipertemukan kembali, miss all of you.

 

 

 

Leave a Reply